Pada penerbangan antara Vietnam dan Jepang, Vietnam Airlines menghadirkan hidangan khas dari Negeri Matahari Terbit yang disajikan khusus bagi penumpang Business Class.
Ẩm thực hạng Thương gia trên chuyến bay giữa Việt Nam và Nhật Bản
Menu hidangan
Kuliner Jepang menonjolkan cita rasa alami bahan makanan tanpa penggunaan bumbu yang berlebihan. Hidangan Jepang umumnya memiliki rasa yang ringan dan elegan serta disesuaikan secara berkala mengikuti musim. Dalam penerbangan Vietnam Airlines, hidangan khas Jepang seolah mewakili awak kabin dalam menyampaikan salam dan harapan terbaik kepada penumpang.
Rute Vietnam – Jepang: Kacang campur panggang akan disajikan setelah pesawat mencapai ketinggian stabil. Tersedia dua pilihan menu untuk sarapan panas:
- Menu Jepang: Hidangan pembuka, sup miso, sayuran acar, hidangan rebus khas Jepang, hidangan utama panas ala Jepang, dan buah-buahan.
- Menu Asia-Eropa: Hidangan utama panas, yoghurt, berbagai jenis roti, selai buah, dan buah-buahan.
Rute Jepang – Vietnam: Hidangan pembuka gaya Canape dan kacang campur panggang disajikan setelah pesawat mencapai ketinggian stabil. Untuk makan siang dan makan malam tersedia dua pilihan menu:
- Menu Jepang: Hidangan pembuka, hidangan rebus khas Jepang, hidangan acar cuka, sup miso, hidangan utama, serta pencuci mulut dengan berbagai pilihan (keju, buah, kue manis, es krim).
- Menu Asia-Eropa: Hidangan pembuka, salad, sup, hidangan utama panas, serta pencuci mulut dengan berbagai pilihan (keju, buah, kue manis, es krim).
Catatan: Menu hidangan dapat berubah tergantung pada waktu, musim, jenis pesawat, rute penerbangan, serta kondisi operasional lainnya.
Kelezatan di atas awan
Menu Jepang: Menampilkan hidangan khas Jepang seperti telur ikan herring, kacang fava manis, rebung rebus, ikan yang dimasak dengan sake, daging wagyu, shabu-shabu, serta berbagai olahan belut. Penyajian hidangan disesuaikan dengan musim, seperti dekorasi bunga sakura di musim semi, daun maple di musim gugur, dan es krim mochi di musim dingin.
Menu Asia-Eropa: Menampilkan hidangan seperti dada bebek asap, iga domba panggang, steak sapi; Atau menyajikan hidangan Vietnam seperti sate ayam saus serai cabai, chả lá lốt, udang saus ikan, dan nasi putih.
Menu minuman
Pilihan minuman tradisional Jepang yang disajikan dalam penerbangan Vietnam Airlines mendapat banyak ulasan positif. Minuman Jepang umumnya dibuat dari beras, teh hijau, herbal, dan bunga sakura, minuman Jepang memiliki cita rasa unik serta manfaat bagi kesehatan.
Minuman penyambutan: Jus buah segar (untuk penerbangan dari Vietnam), jus kemasan, teh buah, champagne, dan air mineral.
Minuman setelah pesawat stabil:
- Minuman khas Jepang: Teh oolong, teh hijau Jepang, sake, dan koktail Sake Pop.
- Aneka kopi: Kopi susu es, Kopi hitam, Kopi dengan dominasi susu, Espresso, Americano, Latte, dan Cappuccino.
- Minuman buah: Termasuk jus buah murni (tanpa tambahan gula, bahan tambahan, atau pengawet) serta minuman rasa buah (perpaduan air murni dengan berbagai jenis sayur dan buah rendah gula).
- Anggur dan champagne premium: Disajikan khusus bagi penumpang Kelas Bisnis Vietnam Airlines, anggur dan champagne premium berasal dari kawasan penghasil anggur ternama di Prancis seperti Bordeaux, Bourgogne, dan Médoc; serta pilihan anggur dari Chile, Italia, Spanyol, dan Afrika Selatan, dan lain-lain. Seluruh pilihan diseleksi berdasarkan rekomendasi para ahli minuman Vietnam Airlines.
- Koleksi koktail eksklusif: Mixologist Vo Tan Si mempersembahkan koleksi koktail dengan cita rasa khas Vietnam. Nikmati segelas Pasir merah muda Phan Thiet dengan nuansa merah lembut yang manis, kenangan akan kota Hue melalui segelas Hue yang kaya aroma, atau rasakan cita rasa khas Tarian Gong yang terinspirasi dari keindahan Dataran Tinggi, dan lain-lain.
Catatan:
- Menu minuman dapat berubah tergantung pada waktu, musim, jenis pesawat, rute penerbangan, serta kondisi operasional lainnya;
- Layanan bar tersedia pada penerbangan dengan durasi lebih dari 4 jam (pesawat B787 dan beberapa A350).
Cita rasa istimewa
Sake dikenal sebagai minuman fermentasi beras tanpa proses distilasi. Dalam bahasa Jepang, “sake” berarti minuman beralkohol secara umum. Secara global, sake merujuk pada Nihonshu (日本酒), minuman tradisional Jepang. Bagi masyarakat Jepang, sake bukan hanya minuman favorit, tetapi juga merupakan simbol budaya dan “minuman nasional” negara tersebut.
Pada awal kemunculannya, sake hanya dinikmati oleh kalangan kerajaan dan bangsawan, serta disajikan dalam acara-acara besar. Seiring waktu, sake menjadi lebih populer di masyarakat, namun tetap dinikmati dengan cara yang elegan.
Umumnya, sake disajikan hangat pada musim dingin, sedangkan pada musim panas disajikan dingin atau pada suhu ruang. Selain itu, sake yang dinikmati bersama makanan dapat memperkaya cita rasa hidangan. Secara khusus, sake dan sashimi merupakan “perpaduan yang sempurna” yang menghadirkan pengalaman kuliner Jepang yang harmonis dan memikat.